Langsung ke konten utama

Wapres Jusuf Kalla Terima Kunjungan Pimpinan HPC Afghanistan Di Istana Wapres

Wapres Jusuf Kalla Terima Kunjungan Pimpinan HPC Afghanistan Di Istana Wapres


Jakarta - Wapres Jusuf Kalla menerima Mohammad Karim Khalili Pimpinan High Peace Council (HPC) Afghanistan di Istana Wapres ,Rabu (22/11).


Pihak-Pihak yg bertikai di Afghanistan datang ke Indonesia untuk belajar kepada Pak Jusuf Kalla atas kesuksesannya menyelesaikan konflik bersenjata yg terjadi puluhan tahun di Aceh dengan damai termasuk sukses Pak JK menyelesaikan konflik antar agama dan etnis di Poso, Ambon dan Sampit Kalteng secara damai.


Seluruh delegasi High Peace Council (HPC) dari Afghanistan ini akan mengunjungi Banda Aceh dan beberapa tempat bekas daerah konflik yg kini kondisinya sangat kondusif dan damai.(*)



#NKRI harga mati, #Jokowi-JK, #Turn back hoax

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapolri : Humas Garda Terdepan Cegah Isu Pemecah Belah Bangsa Jelang Pilkada

BOGOR  – Kapolri Jenderal (Pol) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian mengimbau agar masyarakat tidak terpancing berita bohong ( Hoax ) dan isu-isu pemecah persatuan menghadapi tahun-tahun politik. Dia juga mengingatkan agar tidak menghalalkan segara cara untuk mencapai tujuan politik. Oleh karena itu, Kapolri sangat mendukung pesan  #IndonesiaBicaraBaik  yang digaungkan oleh Persatuan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia, apalagi dua tahun mendatang yaitu 2018 dan 2019 merupakan tahun-tahun rawan konflik politik. “Pelaku kehumasan merupakan orang-orang yang mampu mempengaruhi publik dengan caranya masing-masing. Insan humas dan pers agar dapat lebih merekatkan bangsa dengan mengekploitasi segala isu persamaan, kebaikkan dan meminimalisir isu-isu yang dapat memecahkan persatuan,” kata Jenderal Tito saat menjadi pembicara kunci pada Konvensi Nasional Humas  (KNH) 2017 di Bogor, Selasa (28/11) Terkait dengan Pilkada dan Pilpres yang akan digela...

Wakapolri Minta Jangan Ada Lagi Muslim Cyber Army

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin mengatakan, Muslim sama sekali tidak mencerminkan  hoaks . Hal ini ia ucapan terkait kasus penyebaran  hoaks  belakangan ini yang dilakukan kelompok atas nama The Family MCA (Muslim Cyber Army). "Bahwa yang melakukan  hate speech  atau  hoaks  itu adalah orang yang tidak bertanggung jawab, bukan mencerminkan umat Muslim," ujar Syafruddin di Jakarta Pusat, Jumat (9/3). Untuk itu, Syafruddin meminta jajaran Polri untuk tidak lagi menyebut kata  Muslim  dalam mengemukakan kasus penyebaran  hoaks  The Family MCA. "Saya perintahkan jajaran Polri untuk jangan lagi menyebut Muslim Cyber Army, itu  no ," katanya menegaskan. Menurut Syafruddin, seorang Muslim tidak akan melakukan hal yang tidak bertanggung jawab berupa menyebarkan  hoaks . Jajaran kepolisian, menurut dia, akan terus melakukan tindakan tegas pada penyebaran...

Admin The Family MCA : Saya Menyesal Dan Juga Sepakat Teman - Teman Di Atas Mengakui Juga Kepada Saya, Menyesal Mereka Semua

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu anggota kelompok inti Muslim Cyber Army, Muhammad Luth, mengakui bahwa menyebarkan isu-isu provokatif sebagaimana dilakukan kelompoknya selama ini merupakan kesalahan.  Admin grup WhatsApp "The Family MCA" itu juga menyesali perbuatannya. "Saya mengakui telah menyesal. Dan tadi juga sepakat teman-teman di atas mengakui juga kepada saya, menyesal mereka semua," ujar Luth di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (28/2/2018). Luth mengatakan, para anggota MCA yang ditangkap juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.  Menurut Luth, ia tak menyadari bahwa konten yang selama ini disebarkan MCA masuk kategori hoaks. "Karena beda mungkin pandangan sebagai jurnalis, kami dibilang hoaks atau bohong, karena kami tersangka," kata Luth. (Baca juga: Polisi Incar Konseptor Konten-konten Muslim Cyber Army Berinisial TM) Kemudian, kata Luth, ada anggota kepolisian yang memberikan pengertian kepada pelaku bahwa konten yang dise...