Langsung ke konten utama

Tingkatkan Keimanan, Gubernur Kepri Semarakkan Salat Subuh Berjemaah



Tanjungpinang - Subuh menjadi waktu yang paling mustajab didalam melakukan ibadah, bahkan shalat sunah lainnya disarankan untuk dilaksanakan disaat mendekati waktu subuh. Karena diwaktu subuh mempunyai banyak keutamaan yang mungkin belum Anda ketahui.

Seperti yang terlihat dimesjid Baitul Taqwa Jl. A. Yani Km.5 Tanjungpinang, Jumat (16/03) subuh. Gubernur Kepri Dr.H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si yang didampingi oleh  Sekda Provinsi Kepri DR. H. TS. Arif Fadillah, S.Sos, M.si serta Tokoh Masyarakat Provinsi Kepri Raja Mansyur Razak dan para jemaah mesjid melaksanakan sholat subuh berjamaah. Tak hanya melaksanakan salat subuh berjemaah, Gubernur Kepri pun sempat memberikan tausiah kepada pada jemaah mesjid.


"Mari tingkatkan ketaqwaan, wujudkan kebersamaan, mari saling mendoa semoga negeri kita sukses, hilangkan fitnah, ghibah, iri, dengki, semoga Allah SWT memberikan kesejahteraan kepada kita semua. " ujar Nurdin.

Dikesempatan yang sama Nurdin juga menghimbau kepada seluruh jemaah yang hadir untuk dapat menyemarakkan salat subuh berjemaah. Seperti yang diketahui, Gubernur Kepri Dr. H. Nurdin Basirun setiap subuh melaksanakan salat subuh berjemaah secara bergilir di setiap mesjid ataupun surau yang berada di Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini telah dilaksanakan Nurdin sejak tahun 2017 yang lalu.(*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapolri : Humas Garda Terdepan Cegah Isu Pemecah Belah Bangsa Jelang Pilkada

BOGOR  – Kapolri Jenderal (Pol) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian mengimbau agar masyarakat tidak terpancing berita bohong ( Hoax ) dan isu-isu pemecah persatuan menghadapi tahun-tahun politik. Dia juga mengingatkan agar tidak menghalalkan segara cara untuk mencapai tujuan politik. Oleh karena itu, Kapolri sangat mendukung pesan  #IndonesiaBicaraBaik  yang digaungkan oleh Persatuan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia, apalagi dua tahun mendatang yaitu 2018 dan 2019 merupakan tahun-tahun rawan konflik politik. “Pelaku kehumasan merupakan orang-orang yang mampu mempengaruhi publik dengan caranya masing-masing. Insan humas dan pers agar dapat lebih merekatkan bangsa dengan mengekploitasi segala isu persamaan, kebaikkan dan meminimalisir isu-isu yang dapat memecahkan persatuan,” kata Jenderal Tito saat menjadi pembicara kunci pada Konvensi Nasional Humas  (KNH) 2017 di Bogor, Selasa (28/11) Terkait dengan Pilkada dan Pilpres yang akan digela...

Wakapolri Minta Jangan Ada Lagi Muslim Cyber Army

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin mengatakan, Muslim sama sekali tidak mencerminkan  hoaks . Hal ini ia ucapan terkait kasus penyebaran  hoaks  belakangan ini yang dilakukan kelompok atas nama The Family MCA (Muslim Cyber Army). "Bahwa yang melakukan  hate speech  atau  hoaks  itu adalah orang yang tidak bertanggung jawab, bukan mencerminkan umat Muslim," ujar Syafruddin di Jakarta Pusat, Jumat (9/3). Untuk itu, Syafruddin meminta jajaran Polri untuk tidak lagi menyebut kata  Muslim  dalam mengemukakan kasus penyebaran  hoaks  The Family MCA. "Saya perintahkan jajaran Polri untuk jangan lagi menyebut Muslim Cyber Army, itu  no ," katanya menegaskan. Menurut Syafruddin, seorang Muslim tidak akan melakukan hal yang tidak bertanggung jawab berupa menyebarkan  hoaks . Jajaran kepolisian, menurut dia, akan terus melakukan tindakan tegas pada penyebaran...

Admin The Family MCA : Saya Menyesal Dan Juga Sepakat Teman - Teman Di Atas Mengakui Juga Kepada Saya, Menyesal Mereka Semua

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu anggota kelompok inti Muslim Cyber Army, Muhammad Luth, mengakui bahwa menyebarkan isu-isu provokatif sebagaimana dilakukan kelompoknya selama ini merupakan kesalahan.  Admin grup WhatsApp "The Family MCA" itu juga menyesali perbuatannya. "Saya mengakui telah menyesal. Dan tadi juga sepakat teman-teman di atas mengakui juga kepada saya, menyesal mereka semua," ujar Luth di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (28/2/2018). Luth mengatakan, para anggota MCA yang ditangkap juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.  Menurut Luth, ia tak menyadari bahwa konten yang selama ini disebarkan MCA masuk kategori hoaks. "Karena beda mungkin pandangan sebagai jurnalis, kami dibilang hoaks atau bohong, karena kami tersangka," kata Luth. (Baca juga: Polisi Incar Konseptor Konten-konten Muslim Cyber Army Berinisial TM) Kemudian, kata Luth, ada anggota kepolisian yang memberikan pengertian kepada pelaku bahwa konten yang dise...